ULAR

Menjelaskan Fenomena Langka Ular Piton Mangsa Manusia

Escortbayanevi.comĀ – Ular Piton yang panjangnya diduga mencapai 7,1 meter memangsa Muhammad Akbar, seorang petani kebun kelapa sawit, di Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat

Satu hari sebelumnya, Akbar pergi ke kebun sawit untuk bekerja memanen sawit seperti hari-hari biasa.

Tapi ia tak kunjung pulang sehingga keluarga dan warga sekitar mencarinya di kebun sawit.

Ketika melihat ular dengan benda berbentuk sepatu di perutnya, mereka pun curiga. Benar saja, tubuh Akbar di temukan tewas di dalam perut ular piton tersebut.

Ular jenis ini adalah salah satu yang paling besar di dunia yang panjangnya bisa mencapai 10 meter.

Namun, panjang rata-rata piton dewasa hanya mencapai 3-6 meter.

kelebihan ular piton

Populasi piton berjenis sanca kembang banyak di temukan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Filipina.

Pada 1912 silam, piton sepanjang 10 meter pernah di temukan juga di Sulawesi.

Di kutip dari Escortbayanevi , Piton menyenangi daerah tropis karena mereka berhabitat di daerah yang hangat tapi juga di iklim basah.

Banyak di antaranya hidup di hutan tadah hujan.

Ketika habitat mereka diganggu, sebagaimana yang terjadi pada kasus gajah atau harimau menyerang perkampungan manusia, barulah mereka mendekati area lain untuk mencari makanan.

Kasus Akbar di Mamuju merupakan pertama kalinya Piton memangsa manusia di area tersebut.

“Yang saya tahu sih belum pernah (terjadi orang di makan ular). Hanya memang ular sering di tangkap berkeliaran (di wilayah itu),” kata Pejabat Humas Polda Sulbar AKBP Mashura

“Sebelumnya pernah juga ditangkap (ular) sepanjang tujuh meter lebih, sekitar bulan November 2016.”

Data Sejarah Record Dari Ular Piton

Guiness World Records mencatatkan, Piton terpanjang yang pernah tertangkap manusia adalah ular bernama Medusa, ular yang di miliki Full Moon Productions Inc.

Kansas City, Amerika Serikat. Ketika di ukur pada 12 Oktober 2011, Piton tersebut memiliki panjang 7,67 meter dan berat 158,8 kilo gram.

Ketika di ukur, Medusa harus digendong oleh 15 pria dewasa. Ia mengonsumsi kelinci dan rusa setiap dua minggu.

Di kutip dari laman resmi Guiness World Records, Medusa pernah memakan rusa seberat 18 kilogram dalam sekali ‘telan’.

Tapi Medusa tak berbahaya. Ia justru menjadi tontonan di The Edge of Hell Haunted House dan bahkan sudah paham kode untuk berdiam diri jika ada pengunjung yang ingin berpose dengannya.

Bagaimana Ular Piton Membunuh Mangsa?

Piton kerap disebut-sebut membunuh mangsanya terlebih dahulu dengan melilitkan badan pada korban untuk meremukkan tulang dan membuat mangsa sesak napas.

Akan tetapi penelitian pada 2015 lalu menemukan bahwa ular-ular berukuran besar lain seperti anaconda, piton, dan boas, membunuh mangsa dengan memotong aliran darah sehingga prosesnya lebih cepat.

Di kutip dari National Geographic, peneliti ekologis bernama Scott Boback di Pennsylvania, AS, menjelaskan cara-cara piton memangsa manusia.

“Jantung mangsa tidak punya kekuatan untuk mendorong dan melawan tekanan,” kata Boback.

“Kekuatan piton ketika mencekik cukup untuk menghentikan aliran darah menuju jantung selama beberapa detik.”

Setelah mangsa di tangkap, barulah mereka menelan utuh.

Binatang yang biasa di mangsa oleh piton adalah mamalia berukuran kecil seperti anjing hutan atau babi hutan.

Kasus piton menelan manusia juga sebenarnya peristiwa jarang terjadi.

BBC menjelaskan, piton sebenarnya sangat sensitif pada getaran, cahaya, dan juga panas lampu sehingga mereka menghindari habitat manusia.

Di kasus-kasus tertentu, mereka akan beraksi sebagai bentuk pertahanan.

Biasanya piton memperkirakan ukuran tubuh mangsa sebelum menelan.

Akan tetapi, mereka juga terkadang bisa salah melakukan perhitungan.

BACA JUGA

POPULASI ELANG JAWA